Menghilangkan Pemberitahuan Facebook ke Email


Email penuh dengan kiriman/pemberitahuan status FACEBOOK...! Pastilah sangat memusingkan mengelola kotak surat anda.

Terkadang menerima email pemberitahuan dari facebook seperti pemberitahuan ada seseorang yang menambahkan kamu sebagai seorang teman, konfirmasi permintaan pertemanan, mengirimkan pesan di dinding kamu atau mengomentari foto kamu; sangatlah menganggu, terutama sekali jika kamu orang yang terkenal atau public figure pastilah akan banyak sekali email pemberitahuan yang kamu terima, bisa – bisa email penting kamu yang lain tertutupi.

Jika kamu ingin menonaktifkan pemberitahuan otomatis tersebut, maka ikutilah langkah-langkah dibawah ini:

1. Login ke akun facebook kamu seperti biasa.
2. Lalu pada sudut kanan atas halaman facebook kamu terdapat tiga menu: Beranda, Profil, Akun.
3. Klik menu Akun tersebut, lalu pilih Pengaturan Akun.
4. Sekarang kamu sudah berada pada halaman Akun Saya, dengan tujuh pilihan tab, yaitu: Pengaturan, Jaringan, Pemberitahuan, Seluler, Bahasa, Pembayaran, Iklan Facebook.
5. Pilih menu tab Pemberitahuan.
6. Sekarang kamu sedang berada pada sub halaman Pemberitahuan.

7. Masuk ke dalam pilihan Facebook, kemudian
7. Buang tanda conteng disebelah tulisan Menambahkan Anda sebagai teman jika kamu ingin facebook tidak mengirimkan email otomatis ketika ada seseorang menambahkan kamu sebagai teman, Buang tanda conteng disebelah tulisan Mengonfirmasi permintaan pertemanan jika kamu ingin facebook tidak mengirimkan email otomatis ketika facebook meminta kamu untuk mengkonfirmasi pertemanan kamu; dan begitu seterusnya.....

Pemberitahuan yang bisa kamu atur antara lain kurang lebih seperti dibawah ini:


Facebook
Mengirimi kamu pesan; Menambahkan kamu sebagai teman; Mengonfirmasi permintaan pertemanan; Mengirimkan sesuatu di Dinding kamu; Mencolek kamu; Akan berulang tahun (email mingguan); Meminta mencantumkan kamu sebagai keluarga; Mengonfirmasi permintaan kekerabatan; Menyarankan teman yang mungkin kamu kenal; Menambahkan teman yang kamu sarankan; Bergabung dengan Facebook setelah kamu undang.....dsb


ReadmoreMenghilangkan Pemberitahuan Facebook ke Email

Kisah Insipiratif

Ternyata Selama ini Anda Telah Mendapatkan SUBSIDI LANGSUNG TUNAI Dari TUHAN

Anda (orang normal) dan saya (orang cacat) sama-sama mengantongi uang Rp. 14 juta untuk membeli sebuah motor on the road. Dengan gagahnya anda bisa langsung menaikinya pulang, sementara saya kebingungan, bagaimana menaikinya pulang sedang dua tungkai kaki saya layu tak berkembang. Saya masih harus merogoh kocek lagi kurang-lebih Rp. 4 juta untuk modifikasi agar bisa membawa motor pulang.

Singkatnya, harga sebuah motor untuk anda hanya rp. 14 juta, sedangkan harga sebuah motor untuk saya jadi rp. 18 juta. Artinya …anda selama ini mungkin kurang menyadari bahwa telah mendapatkan Subsidi Langsung Tunai dari Tuhan senilai Rp. 4 juta dalam setiap pembelian motor, belum item pembelian untuk kebutuhan yg lain, anda selalu mendapatkan subsidi langsung tunai, bahkan dalam hal amal ibadah keseharian atau actifity of daily living, anda masih mendapatkan kemudahan-kemudahan. Bagi kami, untuk dapat mengakses tempat wudhu saat kepingin ikut jamaah sholat tarwih di Masjid Agung memerlukan proses yg bertahap dan sangat sulit, belum lagi kami masih harus berdebat dengan pengurus takmir yg memberikan peringatan pada kami bahwa ujung kruk (tongkat) dan ban kursi roda kami masih belum suci alias Najis. Subkhanalloh……haruskah kami juga mewudhukan kursi roda ini?, apakah memang betul Tuhan itu sulit ditemui oleh orang-orang macam kami?. Saya rasa tidak. Di sisi lain….dalam hal pelanggaran aturan, kedudukan anda dan saya sama. Sama-sama tidak mendapatkan dispensasi, subsidi atau permakluman. Bila saya dan anda sama-sama tidak mau menjalankan sholat wajib, maka kita akan mendapatkan neraka yg sama, tidak ada dispensasi untuk saya. Tidak ada satupun produk hukum, baik hukum Alloh maupun hukum buatan manusia yg memberikan permakluman ataupun belas kasihan pada orang-orang tertentu, seandainyapun ada rukhsoh (keringanan) itupun berlaku sama, baik pada anda maupun saya. Kedudukan kita dimata hukum sama. Bukannya kami mengeluh, karena memang tidak ada alasan sedikitpun bagi kami untuk mengeluh, tidak sepantasnyalah kami mengeluh setelah begitu banyaknya nikmat Tuhan yang sering kami tidak menyadarinya telah terlimpahkan kepada kami. Semoga tulisan ini bisa menjadi bahan renungan untuk bisa lebih bersyukur dalam mengarungi topo broto ing wulan suci romadhon. Juga menjadi bahan pemikiran bagi masyarakat khususnya pengurus takmir agar dalam mendesain rumah Alloh (masjid) juga memikirkan aksesibilitas orang-orang macam kami, tidaklah berlebihan kiranya bila kami juga ingin ikut sholat berjamaah, bermunajat, i’tikaf bersama-sama anda.
Di kutip langsung dari blog :tulusbudiprasetyo.wordpress.com
Salam kenal pak dan terus berkarya..!
ReadmoreKisah Insipiratif

Online Populer